Apakah saya Procrastinating?

Apakah saya Procrastinating?

Edisi 304, 11 Februari 2020

Secara hipotetis, kalau 0 adalah titik netral, dimana kita tidak memiliki dorongan untuk melakukan ataupun menghindari, maka procrastination kita jabarkan sebagai area titik negatif dan engagement adalah area titik positif.

Kapan kita menilai sebuah penundaan sebagai negatif?  Ada beberapa ciri utama yang bisa kita terapkan.  Pertama adalah kita tidak mempunyai alasan valid untuk penundaan tersebut.  Kedua, kita tahu bahwa dengan memilih menunda, kita menghadapi resiko buruk di masa depan. 

                Kadang agak sulit bagi kita untuk membedakan antara penundaan positif dan procrastination. Saya menunda mengerjakan A karena sedang lelah, nanti saja mengerjakannya pada saat sudah lebih siap.  Atau, projek ini belum tentu jadi, tunda dulu aja.  Atau, datanya belum lengkap nanti saja kalau sudah terkumpul.  Atau, bos kayaknya belum jelas maunya, tunda dulu saja.

                Bagaimana kita bisa membedakan antara penundaan positif, karena mencari timing yang lebih pas dan procrastination dalam beberapa kasus di atas tersebut?  Cukup sulit.  Apalagi bila kita menemukan bahwa kadang penundaan kita memberi hasil positif.

                Pada akhirnya kita kembali pada kejujuran dalam mengevaluasi penundaan.  Seberapa valid alasan yang kita berikan?  Seberapa besar resiko dari penundaan?  Dan apakah pilihan aktivitas kita masih masuk akal?

                Ketika kita dapat mengelola aktivitas dengan baik, kita mampu memulai sebuah pekerjaan penting cukup awal sehingga bisa menikmati prosesnya.  Bila terkait pekerjaan sulit yang kita tidak suka, kita bisa mulainya cukup awal sehingga kita bisa memiliki frekuensi istirahat yang memadai sehingga stres dapat dikelola dengan baik, maka bisa jadi pada sebagian besar aktivitas tersebut kita tidak melakukan procrastination

                Sementara itu kalau kita mengalami kesulitan mengelola aktivitas kita sehari-hari.  Banyak deadline yang terlewati.  Berbagai pekerjaan penting perlu dikerjakan dengan terburu-buru sehingga hasilnya kurang baik dan kita tidak bisa menikmati proses pengerjaannya.  Maka bisa jadi kita masih terjebak dalam kecenderungan procrastination.

                Mengevaluasi apakah saya cenderung procrastination atau tidak lebih sulit ketika kita melihatnya dari satu aktivitas ke aktivitas lain, tetapi akan lebih mudah bila kita mengevaluasi keseluruhan aktivitas kita.  Artinya, kita bisa saja mencari alasan untuk berbagai procrastination kita, tetapi seberapa berhasil kita dalam hidup kita, menjadi bukti yang lain yang sulit dibantah.

                Dan bila kita jujur terhadap evaluasi tersebut, kita dapat lebih sensitif dalam menilai setiap aktivitas kita, apakah saya sedang menunda atau procrastination?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?