Bad Boss: Ketidakmampuan Teknis

Bad Boss: Ketidakmampuan Teknis

Edisi 299, 17 Desember 2019

Pernahkan Anda mengalami,  mendapat atasan baru yang ternyata memiliki kemampuan teknis pekerjaan yang tidak memadai.  Sehingga pada sebagian pekerjaan, Anda lebih mengerti dan menguasai darinya.  Ini tentu bukan barang aneh.  Ada banyak alasan untuk seseorang ditempatkan dalam posisi pemimpin. 

Faktor pertama bisa terkait dengan usia atau jasa dari orang tersebut bagi organisasi.  Sehingga organisasi merasa perlu menempatkan orang tersebut pada posisi yang ‘layak’.  Faktor kedua, memang orang tersebut menguasai sebagian aspek teknis dengan baik, tetapi tidak sebagian lainnya.  Faktor ketiga, bisa jadi karena ia a good leader dan telah membuktikannya di unit lain sebagai seorang pemimpin dan trouble shooter yang baik, lalu manajemen merasa perlu membenahi unit ini dengan menempatkan dia di sana, walaupun dia tidak menguasai aspek teknis pekerjaan tersebut.

                Dengan kata lain, berhadapan dengan seorang pemipin yang ‘kurang mampu’ secara teknis pekerjaan bukan suatu hal yang aneh.  Seorang sales yang dipindahkan ke SDM.  Orang SDM dipindahkan ke Operation.  Orang Teknik dipindah ke Corporate Secretary, dan seterusnya.  Sebagai  seorang staf yang profesional tentu kita akan tetap berusaha menjadi team player yang baik.

                Baru akan muncul masalah kalau ketidakmampuan teknis itu kemudian membuat Bos tidak percaya diri, sehingga dia berusaha tampil meyakinkan dan melakukan berbagai kebijakan dan keputusan yang salah tanpa bersedia dikoreksi oleh tim.

                Bos seperti ini bisa menimbulakan berbagai beban kerja tambahan yang tidak perlu karena dia merasa (dengan ketidaktahuannya) sebuah pekerjaan tertentu penting untuk dilakukan.  Ia meletakan fokus di tempat yang salah.  Ia membesarkan hal kecil.  Ia over control, dan seterusnya.  Ketidakmampuan teknis perlu diiringi dengan kebersediaan untuk berbesar hati bertanya pada area yang memang tidak dia kuasai dan kemudian belajar dengan cepat untuk menyelesaikannya.  Tanpa kesediaan untuk itu, Bos seperti ini akan menjadi beban bagi tim nya.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?