Procrastination Tugas, Pengantar.

Procrastination Tugas, Pengantar.

Edisi 324, 13 Oktober 2020

Bila situasi bukan menjadi penyebab kita melakukan procrastination, maka tiba saatnya untuk kita melihat relasi kita dengan aktivitas/tugas tertentu.  Suatu tugas bisa merupakan satu aktivitas atau rangkaian aktivitas (projek).  Tidak ada batasan yang jelas antara satu aktivitas dengan rangkaian aktivitas (projek).  Mungkin pembedanya hanya bahwa satu tugas biasanya bisa diselesaikan, bila dikerjakan terus-menerus tidak lebih dari satu hari. 

Bila tugas itu berulang, maka kita perlu menemukan cara untuk bisa mendekatinya dengan lebih strategis.  Pekerjaan rumah tangga, misalnya, mulai dari berbelanja, bersih-bersih, merawat perlengkapan rumah, membersihkan dan merawat mobil, dan lain-lain.  Terkesan sederhana namun kadang tanpa sistem yang baik akan banyak menghabiskan waktu kita.  Bila hukuman dari tidak melakukan cukup jelas, maka kita akan ‘dipaksa’ melakukannya.  Mobil mogok kalau tidak dirawat.  Kita tidak makan kalau tidak masak atau belanja, dan lain-lain.  Tetapi yang hukumannya bisa kita tolerir, maka procrastination lebih mungkin terjadi.

                Tugas berulang yang lain tentunya terkait dengan pekerjaan atau profesi kita.  Ada yang kita sukai ada yang tidak.  Ada yang suka berjualan tetapi tidak suka pekerjaan administrasinya.  Ada yang suka ngajar, tetapi tidak suka membuat materi.  Ada yang suka merencanakan, tetapi kesulitan dalam menjalankannya.  Dan seterusnya.  Kita perlu mendekati berbagai tugas tersebut dengan strategis untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

                Berbagai tugas berulang tersebut, walaupun bisa memerlukan banyak waktu ketika menjalankannya tetapi dia bukan sebuah proyek yang berlangsung dalam jangka waktu panjang.  Mengatasi procrastination proyek akan dibahas tersendiri.

                Bila tugas tersebut tidak berulang, kita bisa menggunakan willpower untuk menyelesaikannya.  Tetapi kalau itu berulang, maka willpower tidak akan efektif.  Anda menggunakan willpower untuk memulai berolah raga, tetapi kemudian tidak menemukan cara untuk menikmatinya, maka aktivitas tersebut tidak akan berubah menjadi kebiasaan.

                Hal lain yang perlu dipahami dalam procrastination tugas adalah konteks seringkali lebih memegang peranan sebagai penyebab daripada konten.  Kita misalnya menyimpulkan bahwa kita tidak suka sejarah.  Kemudian kita bertemu orang yang bisa bercerita sejarah dengan sangat menarik, sehingga membuat kita ingin mempelajarinya lebih jauh.  Dalam hal tersebut apakah memang kita tidak menyukai pelajaran karena kontennya, atau karena konteks (kita sebelumnya mendapatkan guru sejarah yang nggak asyik). 

                Kompleksitas dalam konteks begitu luas, ketika sulit bagi kita mengerjakan tugas dari Atasan, bisa karena kita tidak suka tugas tersebut: misalnya tugas itu terkait pembuatan perencananan yang sangat detail, yang Anda tidak suka lakukan.  Bisa juga karena kita lagi sebal dengan atasan, yang membuat kita malas mengerjakannya, atau kita tidak suka bahwa ini sebetulnya tugas kolega kita yang dibebankan ke kita, dan berbagai alasan lainnya.

                Semua perasaan yang terasosiasi dengan satu tugas membentuk sebuah relasi tertentu dengan tugas tersebut.  Bisa relasi yang menyenangkan, bisa juga relasi yang negatif.  Sama seperti hubungan dengan seseorang, maka berbagai pengalaman yang terkait dengan orang tersebut membentuk sebuah perasaan tertentu ketika bertemu dengannya.  Perasaan tersebut bisa campur aduk, ada kebutuhan, ada benci, ada harapan, ada ketidaksukaan, dan seterusnya.  Memahami dengan jernih isi dari perasaan tersebut akan membantu kita untuk mengelolanya dengan baik. 

Untuk membuat kita mengerjakan tugas, tidak berarti harus membuat relasi itu positif, ada berbagai pendekatan yang bisa dilakukan agar kita bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan baik.  Kita akan bahas lebih lanjut di berbagai tulisan berikut.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?