Relasi dengan Tugas

Relasi dengan Tugas

Edisi 325, 27 Oktober 2020

Seperti juga relasi dengan orang lain, ketika kita berhubungan dengan tugas maka kita membentuk sebuah orientasi tersendiri dengan tugas tersebut.  Orientasi itu bisa positif: saya senang dan bersemangat mengerjakannya, bisa juga negatif, mendengarkan saja orang lain mengingatkan kita tentang tugas tersebut, diri kita sudah menolak untuk memikirkannya.  Pada kondisi yang kedua, procrastination terjadi.

Yang ideal tentunya membuat orientasi positif dengan semua tugas penting.  Sayangnya, dunia tidak seindah itu.  Seperti juga dalam relasi dengan manusia, kadang kita perlu menemukan berbagai cara untuk memastikan orientasi positif terhadap berbagai tugas penting, walaupun banyak faktor yang mendorong ke arah negatif.  Banyaknya tugas penting yang mempunyai relasi positif dalam satu hari akan sangat menentukan bagaimana berjalannya hari kita, seberapa besar procrastination hari terjadi.

                Dinamika orientasi tugas terjadi dengan sangat kompleks.  Bisa jadi kita senang mengerjakan tugas perencanaan, tetapi ketika di dalam prosesnya termasuk mendapatkan data dari kolega yang kita tidak suka, maka relasi tugas tersebut menjadi negatif.  Bila tugas hanya terjadi sekali dari orang yang baru berhubungan dengan kita, maka bila kita tidak menyukai tugas tersebut, willpower bisa dengan efektif kita gunakan: just do it.  Tetapi ketika tugas itu berulang, maka terus-menerus menggunakan willpower hanya akan membuat kita ‘bangkrut’, kehabisan willpower pada tugas lain yang lebih penting.

                Kadang kita juga mendapat tugas baru yang ternyata kita sukai karena menarik dan menantang, tetapi tugas itu datang dari Atasan tidak langsung yang tidak kita sukai, maka faktor konteks tersebut akan bisa menggeser orientasi tugas tersebut menjadi negatif.

                Dengan demikian, kita perlu memahami dinamika orientasi tugas kita dengan baik, untuk dapat mengelolanya dan kemudian menyelesaikan pekerjaan dengan baik.  Inilah yang disebut mengembangkan pendekatan yang efektif terhadap tugas.  Ini tidak berarti kita mengatasi semua permasalahan dalam relasi dengan tugas tersebut, tetapi bisa jadi sekedar hanya menemukan pendekatan yang efektif untuk memastikan tugas diselesaikan.

                Terhadap relasi tugas yang negatif karena hubungan dengan atasan yang sedang kurang baik, kita bisa mencoba mengakses enerji dari tujuan hidup dan karir kita, atau mencari sisi menarik dari tugas tersebut dan mengabaikan konteksnya (relasi yang sedang kurang baik tersebut), atau mencoba memahami dulu mengapa atasan bertindak demikian dan menerimanya, atau memang menggunakan willpower kita: just get started, baru kemudian berusaha menemukan sisi menarik dari tugas tersebut.  Mengakses enerji yang ada dan kemudian menggunakan pendekatan yang pas agar enerji itu tidak habis di tugas tersebut akan menentukan seberapa optimalnya kita bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?