Rudi adalah abangku….

Blogs

Edisi 42, Jumat, 22 Januari 2016

‘Rudi adalah abangku, rajin dan senang bekerja…..’

Iya…saya tahu, buat yang familiar dengan lagu itu ketika kecil, yang benar adalah ‘senang belajar’, tetapi kalau di blog ini, boleh lah jadi bekerja..

Rudi pertama, di generasi pertama adalah pekerja yang baik.  Ia rajin dan senang bekerja, sehingga akhirnya ia menjadi karyawan teladan dengan produksi terbaik di antara kelompok kerjanya.  Ia disebut sebagai manusia produktif.  Ia berhasil meningkatkan produktivitas kerjanya dengan baik. Semua penduduk kampungnya kagum dan menjadikannya sebagai panutan.  Meningat di kampung itu, menjadi karyawan pabrik sepertinya pekerjaan yang lebih bergengsi dari petani.

Anak Rudi yang kedua, Rudi Sirudi, mendengarkan bahwa cita-cita perlu setinggi langit, dan merasakan keterbatasan penghasilan seorang pekerja pabrik, mempunyai cita-cita yang lebih tinggi.  Ia belajar lebih giat dan bekerja lebih giat, sehingga mengkahiri karirnya dengan sebagai manajer pabrik.  Alangkah bangganya Rudi pertama pada anaknya, karena si Rudi kedua ini juga diberikan piagam sebagai manajer paling produktif, yang telah berhasil meningkatkan produktivitas bagi organisasinya.

Namun, Rudi ketiga, cucu dari Rudi kedua, yang diberi nama Rudi Berrudi Sirudi, merasakan bahwa bisa jadi bapaknya berhasil, tetapi ia jarang ada di rumah, ibunya sering merasa kesepian, dia sering merasa hanya dibesarkan oleh si ibu dan bukan si bapak.  Jadilah ia mencita-citakan kehidupan yang lain.  Rudi ketiga tetap belajar dengan baik, tetap bekerja dengan baik, tetapi ia menikmati dan mencapai kehidupan yang ia inginkan.  Ia tidak menyesal di hari tua, sebagaimana ia rasakan pada Bapaknya.

Pada ulang tahunnya yang ke-50, Rudi mendapatkan hadiah dari anaknya, Rudi keempat, yang ia beri nama, Rudi Nak Rudi Berrudi Sirudi.  Tulisannya sangat menyenangkan hatinya.

“Buat ayah yang aku sayangi.  Orang paling produktif sedunia’.

The End.

‘Lha, kalau dah selesai, apa kaitan semua cerita ini dengan produktivitas diri?’  Silakan ikuti artikel berikutnya.

G. Suardhika

Trainer dari Training Modern Time Management Jakarta