Bad Boss 2: Ketidakmampuan Manajemen Produktivitas Diri

Bad Boss 2: Ketidakmampuan Manajemen Produktivitas Diri

Edisi 301, 31 Desember 2019

Kalau ketidakmampuan teknis bisa dianggap sebagai kekurangan yang wajar, maka ketidakmampuan yang berikut lebih menyulitkan dan fatal, yaitu ketidakmampuan dalam mengelola waktu dan pekerjaannya.  Ketidakmampuan dalam produktivitas diri.

Anda pernah menemukan bos yang menanyakan sebuah pekerjaan secara mendadak dan ia lupa bahwa kita sudah pernah melaporkannya?  Atau ia meminta kita mengerjakan sesuatu, kemudian tidak ia tindaklanjuti lagi?  Atau ia meminta sesuatu, lalu setelah kita selesai mengerjakannya baru ia sadar bukan itu yang ia butuhkan. 

                Bisa juga ini: ia mendadak meminta Anda lembur dan mengerjakan sesuatu hal yang Anda tahu sudah menjadi beban tugas dia dari minggu lalu, tetapi baru pada saat terakhir ia meminta bantuan Anda.  Ada juga jenis bos yang lain, yang tidak pernah melakukan rapat koordinasi, kecuali ketika sudah kepepet, dan itu disertai dengan emosi yang tinggi.

                Dengan kata lain, bos ini sangat tidak terorganisasi sehingga sulit bagi tim untuk bisa mengelola pekerjaan dan mendukung atasan.  Bos seperti ini adalah bos yang insecure dan merupakan penyebab utama interupsi staf.  Minta ditemenin rapat padahal Anda tidak diperlukan di sana.  Minta data dengan detail dan lengkap untuk rapat padahal hanya untuk membuat dia tenang.  You got it lah..Karena kita semua pasti pernah berhadapan dengan bos seperti itu, walaupun dengan tingkat keparahan yang berbeda.

                Seorang bos yang baik akan bisa mengelola pekerjaannya dengan baik, sehingga ia bisa mengoptimalkan produktivitas dirinya.  Bos yang foksu akan membuat tim nya juga selalu fokus.  Walaupun organisasi (baca; manajemen) agak berantakan tetapi ia bisa membuat unitnya berjalan dengan prioritas yang jelas sehingga membuat nyaman tim.                 Atasan yang well organized dan matang lebih stabil dan perdictable sehingga staf juga tahu apa yang menjadi fokus kerja Atasannya dan apa yang Atasan harapkan dari dia.  Dengan cara itu, beban kerja yang ada menjadi beban kerja yang natural, yang berasal dari fungsi dan tugas dari staf tersebut.  Atasan tidak menjadi faktor yang menambah beban kerja tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?