Tipe Tugas

Tipe Tugas

Edisi 330, 5 Januari 2021


Pembahasan mengenai prorastination tugas telah kita lalui separuh jalan.  Dalam tulisan berikut, kita akan menggunakan 3 perspektif yang bisa digunakan dalam melihat tipe tugas agar didapat pemahaman yang lebih jernih dalam upaya menghindari procrastination tugas.

Pertama adalah membedakan antara tugas kantor dan non kantor.  Tugas pada intinya adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.  Tujuan tersebut penting bagi kehidupan kita karena itu kita memahaminya sebagai sebuah tugas dan melakukan berbagai cara untuk dapat menyelesaikannya.

Pada mereka yang bekerja, maka biasanya aktivitas yang terkait dengan pekerjaan mengambil waktu cukup banyak dan mempunyai efek yang cukup berbeda yang menyebabkan procrastination lebih sering terjadi pada tugas kantor.

 Tugas kantor bersumber pada tuntutan eksternal dan mempunyai tenggat waktu yang cukup ketat.  Sementara itu, tugas non kantor muncul karena pilihan kita, dan mempunyai tenggat waktu yang lebih fleksibel.  Tidak heran bila kemudian tugas kantor menimbulkan potensi stres yang lebih besar dan menyebabkan kita menghabiskan banyak waktu dan enerji untuk bisa mengelolanya dengan baik.  Konsekuensinya, dalam banyak kasus adalah dikorbankannya aktivitas non pekerjaan, baik terkait keluarga ataupun diri sendiri. 

Pemilahan kedua adalah antara tugas rutin dan non rutin.  Sebagian besar aktivitas kita sehari-hari diisi tugas rutin.  Hanya sedikit yang berisi tugas yang berbentuk projek.  Dalam area personal, yang disebut aktivitas projek bisa berupa pembangunan rumah, penyelenggaraan pernikahan, dll.  Sementara itu dalam area pekerjaan kita menghadapi berbagai projek yang umumnya bersifat lintas fungsi. 

Mengatasi procrastination dalam tugas rutin berbeda dengan mengatasi procrastination dalam projek.  Tugas projek menuntut waktu, enerji dan perhatian yang besar karena berlangsung cukup lama.  Karenanya potensi terjadi procrastination dalam tugas projek juga lebih besar. 

Jenis pemilahan ketiga adalah antara Tugas Operasional dan Strategik.  Tugas strategik berarti tugas yang mempunyai impact lebih besar, baik dalam organisasi atau individu.  Yang lebih mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik dan pertumbuhan.  Dalam konteks personal, aktivitas rutin terkait dengan self maintenance, sementara aktivitas strategis mendorong kita untuk tumbuh.

Terhadap tugas rutin, karena kita berulangkali menghadapinya maka perbaikan pendekatan untuk meingkatkan efisiensi dan efektivitas bisa dan perlu dilakukan.  Pembentukan kebiasaan yang optimal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya procrastination pada tugas tersebut.

G. Suardhika

Trainer dari training Modern Time Management Jakarta

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close Menu
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to cs@produktivitasdiri.co.id

× Butuh info?